“Cas Cis Cus” Balita Gadget

6
1224

“Bunda, kok download game online ini ndak bisa-bisa… paket data Bunda mau habis ya? Atau jangan-jangan sinyalnya lagi lelet? Sambungkan ke hotspot HaPe android ayah aja ya, biar adek aktifkan wifinya ya Bun….”

Wow!! Seorang bocah berusia 5 tahun berkata seperti itu dengan ayah ibunya. Berapa banyak istilah asing berkaitan dengan IT yang diujarkannya? Secara fasih terlontar dari bibir kecil anak usia dini tersebut.

Tidak bisa kita pungkiri, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak. Mulai dari perkembangan intelektual, sosial budaya, emosional, sampai pada perkembangan bahasa.

Bahasa merupakan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Bisa secara lisan, tulisan, isyarat atau gestur, dan mimik muka. Menurut Badudu (1989)  bahasa sebagai alat penghubung atau komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang menyatakan pikiran, perasaan, dan keinginannya. Sementara Bromley (1992) menjelaskan bahwa bahasa adalah sistem simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal.

Kita tahu bahwa manusia belajar bahasa sejak masih bayi, melalui tangisan, senyuman, dan gerakan badan. Kemudian berlanjut ke usia balita, balita memperoleh bahasa dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar. Seiring dengan penguasaan kosa kata yang dimiliki, balita akan semakin lancar berbahasa. Perkembangan kemampuan berbahasa anak merupakan suatu proses yang secara berturut-turut dimulai dari mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.

Kemampuan berbahasa yang dominan pada usia balita adalah mendengar dan berbicara. Anak usia balita  mengembangkan  kemampuan mengingat untuk sesuatu yang didengar. Selanjutnya tahap  berbicara, pada usia balita sudah mulai mampu berperan serta dalam percakapan yang panjang. Sebagian dari mereka ada yang bisa mendominasi pembicaraan. Bahkan, mereka bisa menjadi pengguna bahasa yang kreatif, yakni dengan menamakan sesuatu, misalnya untuk teman, hewan, atau mainan kesayangannya dengan menggunakan bahasanya sendiri.

Salah satu yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia balita adalah perkembangan di bidang Iptek. Dan, salah satu yang marak mempengaruhinya adalah gadget atau gawai.

Menurut Osland (2013) “gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus”. Gadget bisa memudahkan pekerjaan manusia  dengan kecanggihan teknologi yang senantiasa “dibarukan”.  Gadget disini bisa berupa telepon genggam android, smartphone, tablet, notebook dan laptop, serta perangkat elektronik lainnya.

Fenomena yang sering terjadi sekarang ini adalah pesatnya pertumbuhan pengguna gadget, dari usia dewasa hingga anak balita  “demam” gadget. Disadari atau tidak kebiasaan menggunakan gadget ini akan memengaruhi kemampuan berbahasa anak. Meskipun anak- anak berusia pra sekolah (3-5 tahun) belum bisa membaca, mereka bisa menggunakan gadget dengan melihat icon atau gambar yang ada, audio dan video yang ditampilkan. Begitupun dengan istilah-istilah yang ada pada aplikasi gadget tersebut sehingga kemampuan mendengar dan berbicara mereka berkembang dengan cepat, terutama perkembangan kemampuan berbahasa Inggris dan kosa kata teknologi informatika.

Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman yang memiliki putra-putri berusia balita dapat dikatakan bahwa perkembangan kognitif dan intelektual anak cepat berkembang jika sering menggunakan perangkat elektronik yang ini. Selain kemampuan visual, kemampuan audio dan motorik anak jadi lebih terasah. Mayoritas “Balita penggemar gadget” ditengarai sudah mampu menggunakan kosa kata, seperti download, loading, install, next, game, wifi, jaringan, youtube, gallery, dan sebagainya. Bahkan ketika berkomunikasi dengan orang lain mereka sering menggunakan istilah ini dan mereka paham maksud dan arti dari kata yang mereka ucapkan tersebut. Jadi, secara tidak langsung mereka telah melakukan proses belajar secara menyenangkan yang melatih kemampuan berbahasa anak.

Ini terjadi karena gadget memiliki fitur-fitur yang menarik terutama bagi anak balita. Fitur yang ditampilkan pun bisa menumbuhkan stimulus anak untuk belajar karena banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang menunjang proses belajar secara mandiri. Mulai dari belajar bernyanyi, membaca, mengaji, bahkan menulis. Anak sangat tertarik karena disajikan dengan gambar yang menarik, audio yang bagus dan tentu saja animasi yang sedang digandrungi anak sekarang ini. Tidak heran jika anak usia 5-12 tahun ini diberi julukan generasi multi-tasking (tugas berganda).

Selain itu, pada gadget banyak sekali game (permainan) edukasi kreatif  yang menantang dan disukai oleh anak-anak. Hal ini secara tidak langsung sangat menguntungkan bagi anak-anak karena meningkatkan kreativitas dan koordinasi mata dan tangan. Dikaitkan dengan bahasa, psikolog dari Finland University menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca dan berbahasa pada anak-anak.

Di samping dampak positif yang diuraikan tadi, peran kita sebagai orang tua sangat penting. Kita wajib melakukan mengawasi anak sehingga penggunaan gadget ini bisa memberikan manfaat yang mumpuni. Jangan sampai ini menimbulkan kerugian di masa depan. Ingat! Gadget hanyalah sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak, tidak sepenuhnya sebagai sumber belajar. Orang tua harus membatasi waktu penggunaan, memilih aplikasi dengan selektif, dan membimbing anak selama penggunaan gadget.

Jangan sampai hanya untuk mengikuti perkembangan zaman dan “kekinian”, anak kita jadi korban gadget. Peran kita sangat besar untuk membatasi itu semua. Ada saatnya mereka diberi kesempatan untuk bermain sambil belajar  dengan menggunakan perangkat gadget ini, dan ada saatnya juga agar mereka berinteraksi secara nyata dengan lingkungan sekitarnya. Bersosialisasi dengan lingkungan dan berbahasa dengan orang-orang di sekitarnya. Ingat, hidup sebenarnya di dunia nyata bukan di dunia maya.

*Tulisan ini dimuat di Harian Riau Pos,  Ahad Juni 2017

6 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Atiiqah Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here