Sekolahku…Universitas Pembelajaran yang Sebenarnya Part 1

2
1132

Tahun 2008 diriku dinobatkan menjadi guru… cek ileh…ya iya dong, setelah menamatkan kuliah di FKIP Matematika UNRI tentunya profesi guru telah berhak kusandang. Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru, perlu beragam ilmu, attitude dan practice. 

Di sekolah yang terletak di Jl. Kartini Kota Pekanbaru, Riau yakni SMP Kemala Bhayangkari adalah universitas pembelajaran pertamaku menjadi cekgu. Ya, guru imut yang mengajar matematika. Posturku memang mungil, malah muridku lebih tinggi dan bongsor. Tapi, kepercayaan diri yang optimal tidak menjadikanku minder, bahkan ini adalah anugerah Allah SWT yang patut disyukuri.

Disini aku merasakan bagaimana rasanya menjadi guru honor. Gaji yang dihitung berdasarkan jumlah jam pelajaran per minggu. Kalau rajin dan giat, rajin mengajar les tambahan, giat mengajar ektrakurikuler matematika pasti banyak  honornya. Tapi, kalau bermalas ria alamat tak akan lunas kredit motor… Hahahahahaha

Cerita demi cerita, disini dimulai petualanganku menjadi guru. Yap, guru. Sosok yang menjadi tauladan bagi siswanya. Harapanku. Di sekolah ini, murid-muridnya luar biasa. Luar biasa nakal dan degilnya.  Ini berbanding terbalik dengan kemampuan mereka. Siswanya memiliki motivasi dan minat yang cukup tinggi untuk belajar.  Walaupun dalam satu kelas bisa mencapai 40 orang siswa. Itu adalah tantangan tersendiri.

Pernah, aku mengeluh dengan pak Kepsek, dan beliau berpesan ” Kalau Sylvi sudah terbiasa mengelola kelas yang siswanya banyak dan nakal, nanti dimanapun bertugas sudah bukan masalah lagi. Jadikan sekolah ini sebagai tempaan dan latihan agar bisa menjadi guru yang lebih baik dan lebih baik lagi

Terimakasih Pak Siddik. Nasehat Bapak sudah terbukti dan dialami sendiri. Hmmmm…jadi terharu…

Back to story...Meskipun siswanya terkenang badung, tetapi tingkat kesopanannya sangat bisa diakui. Sampai saat ini, jikalau berjumpa dimanapun berada, mereka langsung menyalami diriku dan sangat menghormatiku. Sampai terkadang aku tercengang-cengang dan bingung. Wong ada yang sudah berkumis dan suaranya sudah Vibrato sekali. Hehehehe…. tapi, itulah uniknya guru. muridnya tidak akan pernah lupa dengan gurunya. Tapi guru yang selalu lupa, karena siswanya sudah ribuan jumlahnya.

Next, lanjut cerita di universitas kehidupan part 2 ya….

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here