Tantangan di Dunia Pendidikan

0
787

Sylvikarlia.com- Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional yang disingkat HARDIKNAS. Sejarahnya, Hardiknas adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, salah satu tokoh pelopor pendidikan di Indonesia.

Sampai sekarang bangsa Indonesia memperingati Hardiknas untuk menghargai jasa Ki Hadjar Dewantara. Beliau sangat inspriratif sehingga dikenang indah seluruh warga Indonesia. Terutama oleh para praktisi pendidikan. Salah satu filosofi Beliau adalah kutipan kalimat “Tut Wuri Handayani” yang memiliki arti “Di Belakang Memberikan Dorongan” makna dari kalimat ini dijadikan motto pendidikan serta menjadi tumpuan dalam rangka memajukan pendidikan di tanah air.

Pada zaman yang dihiasi dengan teknologi, informasi dan komunikasi. Saya melihat bahwa Pendidikan semakin bergeser ke arah yang negatif. Bukan berarti kemampuan berpikir yang rendah. Tetapi kecerdasan emosional, moral, attitude yang sudah semakin memperihatinkan.

Contohnya, semasa saya mengeyam bangku SMP. *Sekarang saya sudah menjadi guru SMP selama 10 tahun. Jadi kira-kira berapa umur saya? hehehehe… jangan terlalu serius bacanya*

Kembali lagi ke ide cerita. Anak SMP zaman dulu sikap dan tingkah lakunya jauh berbeda dengan anak SMP zaman now. Saya masih ingat, jika bertemu atau berpapasan dengan guru, saya akan langsung menyalami sambil menunduk malu. Jika diminta tolong sesuatu oleh sang guru, maka dengan senang hati melakukannnya.

Tetapi, apa yang terjadi sekarang ini. Ada siswa saya, jika berpapasan malah menghindar dan kadang tersenggol bahu dengan saya, malah tidak mempedulikan. Jangankan menegur. Kemudian hanya beberapa siswa saja yang mau diminta tolong ini itu tanpa melontarkan kata-kata kepada saya.

Zaman memang telah berkembang maju. Tetapi moral siswa mengalami kemunduran. Apa yang terjadi sebenarnya di negeri ini? Apakah karena terlalu transparannya berita-berita negatif? Apakah karena kurangnya pendidikan moral di lingkungan keluarga? Atau memang zamannya sudah begini. Entahlah…. yang jelas tugas kita sebagai pendidik adalah meluruskan sikap dan sifat siswa yang bengkok. Tapi tentunya sebatas yang kita mampu.

Jika moral dan karakter siswa sudah baik. Maka pendidikan di Indonesia ini juga akan berkembang menuju arah yang lebih baik. Karena kecerdasan intelektual mesti sebanding dengan kecerdasan emosional dan spiritiual. Apalah artinya ‘pintar’ tetapi kelakuannya minus. Selamat berjuang rekan guru…Salam Pendidikan…!!!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here