Master Storytelling Indonesia, Agus DS Giatkan Gerakan Literasi di SMPN 12 Pekanbaru

0
1020
Motivator literasi, kak Agus DS (photo by Mam Esteriana)
Motivator literasi, kak Agus DS (photo by Mam Esteriana)

Pekanbaru_ Kegiatan literasi sedang digalakkan di berbagai sekolah di tanah air. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan rutin ini dilaksanakan di sekolah dalam rangka menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

Hari ini, Selasa (29/1/2019) salah satu pendongeng Indonesia yang sudah dikenal dunia, yakni Agus Djafar Sodik yang lebih dikenal dengan nama Kak Agus DS menyempatkan diri untuk menyambangi SMPN 12 Pekanbaru. Adapun tujuannya adalah menggiatkan kembali kebiasaan membaca siswa.

Menurut Kak Agus, membaca dan menulis harus dijadikan suatu kebiasaan yang menyenangkan. Belajar menulis harus dari sekarang. Tanpa membaca kita tidak akan bisa menjadi seorang penulis.

Lebih lanjut, beliau memotivasi siswa tentang cara menjadi seorang penulis bukanlah hal yang sulit.

“Salah satu cara menjadi seorang penulis adalah menghayal di mana pun. Tidak terkecuali di kamar mandi. Mulailah dengan menulis sesuatu yang sederhana”

Pagi ceria bersama kak Agus
Pagi ceria bersama kak Agus

“Kemudian menumbuhkan minat baca, salah satunya dengan menggantung buku semenarik mungkin di berbagai tempat. Baik di tangga, pintu, pohon, dinding, sudut kelas dan tempat-tempat lain yang sering dilewati oleh siswa” lanjutnya.

Tentunya motivasi yang disampaikan kak Agus ini menjadi cambuk tersendiri bagi siswa dan guru untuk menggiatkan kembali gerakan literasi. Sehingga diharapkan gerakan ini mampu melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat.

Jangka panjang, gerakan literasi ini diindikasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Siswa tidak sekadar membaca dan menulis, namun mampu mengidentifikasi  sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori.

*(syl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here